Allardyce Tidak Tertarik Gantikan De Boer

Posisi manajer Crystal Palace sekarang ini tengah kosong disusul dengan di keluarkannya Frank de Boer. Sam Allardyce yang sempat menjadi pelatih dari Palace akui kalau dirinya tidak ada minat untuk kembali lagi pada kursi tersebut.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya, De Boer cuma sampai 77 hari menduduki kursi manajer Palace. Pria yang berasal dari Belanda tersebut dikeluarkan usai The Eagles terus tunduk dan tidak ciptakan angka satu pun lewat 4 pertandingan pertama ajang Premier League pada musim ini.

Usai dikeluarkannya De Boer dari kursi manajer, nama Roy Hodgson lekas muncul menjadi calon kuat untuk gantikan posisinya. Hodgson sekarang ini memang sedang kosong usai terakhir kali menjadi pelatih tim nasional Inggris di ajang Piala Eropa 2016.

Steve Parish sebagai Chairman Palace, pernah katakan dengan Allardyce usai dipecatnya De Boer. Tetapi, Allardyce akui dirinya tidak dapat kembali menduduki kursi manajer Palace.

“Supaya semua orang merasa berita ini jadi makin jelas dan hentikan perbincangan, saya bicara dengan Steve pada sore ini dan katakan saya tidak akan bisa kembali,” ucap Allardyce.

Allardyce dapat dikatakan sukses saat memimpin Palace pada musim kemarin. Jadi pengganti dari Alan Pardew di bulan Desember 2016, ia dapat selamatkan klub itu dari degradasi dan finis di urutan 14. Lebih hebatnya lagi, ia membawa Palace tundukkan Arsenal, Chelsea, dan Liverpool.

Tetapi, Allardyce memilih untuk keluar usai musim kemarin selesai. Pria yang sekarang ini berumur 62 tahun tersebut pensiun.

“Saya telah ambil sebuah keputusan dan saya tak akan merasa nyaman dengan memilih tempat apapun sebagai manajer sepakbola sebab saya saat ini nikmati hidup saya dan enjoy menyaksikan banyak orang lain rasakan seperti apa tekanan di Premier League,” imbuh dia.

“Ada tekanan yang amat besar, lebih besar dibanding sebelumnya, di ajang Premier League seperti yang kita saksikan dengan cepatnya Frank keluar,” ucap Allardyce.