Kegelisahan Robin Van Persie di Liga Turki

Nama besar dari liga terbaik dunia tak selalu menjamin satu tempat di barisan pemain inti. Hal itulah yang kini dirasakan oleh kapten timnas Belanda, Robin van Persie di klub barunya Fenerbache. Dibeli klub liga Turki, Fenerbache dari Manchester United awal musim ini, van Persie bukan menjadi pilihan utama pelatih. Di Superliga Turki, van Persie kerap mengisi bangku cadangan Fenerbache dibandingkan bermain dari menit awal. Pelatih Fenerbache, Vitor Pereira, lebih suka memasang striker asal Brazil Fernandao daripada mantan pemain Arsenal tersebut. Hal inilah yang membuat van Persie merasa kecewa.

Dari 6 kali pertandingan yang telah dilakoni van Persie di Superliga Turki, 3 diantaranya diawali sebagai pemain pengganti. Dia pun baru mencetak 3 gol dari 6 penampilan di Superliga Turki tersebut. Kritikan pun mulai berdatangan, khususnya dari para pendukung Fenerbache sendiri. Hal ini tentu menjadi persoalan tersendiri bagi van Persie. Dengan nama besar dan track record yang cukup menjanjikan dari Premier League Inggris, bangku cadangan tentu bukan hal yang diinginkannya. Apalagi hal tersebut cukup mempengaruhi peformanya di lapangan.

Pelatih Fenerbache, Vitor Pereira memberikan pembelaan tersendiri terkait pembangku cadangan Robin van Persie. Vitor Pereira beranggapan jika tidak ada masalah serius dengan penyerang asal Belanda tersebut. “Tidak ada masalah dengan van Persie, Hubungan kami berlandaskan rasa percaya antara satu dengan yang lain,” ujar Pereira. Pendukung Fenerbache tentu ingin mendapatkan peforma menjanjikan dari Robin van Persie. Target meraih gelar juara Superliga Turki yang sudah dicanangkan dari awal musim harus bisa direalisasikan dan  di pundak van Persie-lah hal itu dititpkan.

Namun jika melihat performa van Persie yang sekarang, bukan tidak mungkin Fenerbache gagal bersaing dengan tim-tim lain seperti Besiktas dan Galatasaray. Robin van Persie masih punya banyak waktu untuk membuktikan jika dirinya belum habis. Mantan pencetak gol terbanyak di liga Inggris tersebut harus bisa meyakinkan pelatih Fenerbache untuk memberikan lebih banyak menit bermain. Selain karena ingin membuktikan nama besarnya, van Persie juga masih mengidamkan satu tempat di skuad Belanda yang akan berlaga di Euro 2016 Perancis.