Dikalahkan Inter Milan, Pochettino Marah Besar

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino sepertinya begitu kecewa dengan kekalahan yang ditelan timnya dalam pertandingan melawan Inter Milan di Giuseppe Meazza tengah pekan kemarin. Hal itu terlihat dari reaksi pelatih asal Argentina saat menanggapi pertanyaan jurnalis mengenai kieran Trippier dan Toby Alderweireld yang tidak dimainkan dalam pertandingan tersebut.

Dikalahkan Inter Milan, Pochettino Marah Besar

Sebagaimana diketahui, Tottenham Hotspur bertandang ke Giuseppe Meazza pada laga perdana Liga CHampions Eropa musim ini. Di atas kertas, Spurs tentu saja lebih diunggulkan, meskipun faktanya pertandingan tersebut berlangsung di markas Inter Milan. Benar saja, mereka sempat mencium aroma tiga angkat setelah Christian Erikssen mencetak gol di babak pertama.

Kedudukan 1-0 bahkan terus bertahan sampai akhirnya petaka di lima menit terakhir pertandingan. Berawal dari Sepakan Voli keras Mauro Icardi yang mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1, sampai akhirnya bencana mendatangi Spurs kala tandukan Mattias Vecino mengubah kedudukan jadi 1-2, kemenangan tuan rumah Inter Milan.

Tentu saja kekalahan ini sangat mengecewakan bagi pelatih Mauricio pochettino, apalagi sebelumnya Spurs telan dua kekalahan beruntun di ajang Premier League. Eks pelatih SOuthampton itu terlihat emosi saat menjawab pertanyaan dari para jurnalis selepas pertandingan.

“Anda bisa menyalahkan saya dan berkata ‘pelatih, Anda terlalu ceroboh dalam memilih starting XI’. Namun tolong jangan bersikap tak hormat pada pemain yang tadi bermain, karena ini adalah keputusan saya. Kami punya 25 pemain dan Anda percaya itu namun terkadang Anda bertanya pada saya seperti saya hanya bisa memainkan 11 pemain dan 13 atau 14 pemain lainnya adalah sampah, adalah pemain buruk, saya tak paham.”

“Maaf, tapi saya sangat kecewa karena saya adalah orang yang sangat menghargai Anda [wartawan] dan para pemain. Ketika saya membuat keputusan untuk bermain dengan 11 pemain tertentu, Anda harus menghormati keputusan itu karena saya adalah pelatihnya. Anda tak bisa bersikap tak hormat. Anda menunjukkan terlalu banyak sikap meremehkan pada pemain yang tampil di posisinya,” kecam manajer asal Argentina itu seperti dikutip Daily Mail.