Ini Alasan Guardiola Lebih Percayakan Penalti Kepada Mahrez Ketimbang Jesus

Mahrez penalti Manchester City
Manchester City harus puas dengan satu poin dari kunjungan di kandang Liverpool, Stadion Anfield. Sebenarnya The Citizens punya kesempatan menang ketika mendapatkan penalti jelang babak dua berakhir. Sialnya, Riyad Mahrez sang eksekutor, gagal menjaringkan bola.

Sebelum Mahrez mengeksekusi penalti, sebenarnya ada satu pemain Manchester City yang sigap mengambil bola dan bersiap di titik putih setelah Leroy Sane dilanggar Virgil van Dijk di kotak terlarang. Dia adalah Gabriel Jesus.

Namun, sebelum Gabriel Jesus menyimpan bola, Mahrez datang dan mengambil bola tersebut. raut muka Gabriel Jesus menunjukkan ekspresi kekecewaan, Bernardo Silva sampai harus turun tangan untuk menenangkannya.

Setelah pertandingan, Jesus pun mengunkapkan kekecewaannya tidak diizinkan menendang penalti. Apalagi tendangan Mahrez gagal memenangkan Manchster City. Hasil imbang tersebut membuat The Citizens belum berhasil menaklukkan Stadion Anfield sejak 2003, atau 15 tahun silam.

“Tentu saja aku sangat kecewa. Aku juga sudah latihan penalti setiap hari. Aku ingin mengeksekusinya. Aku percaya diri, jadi aku kesal karena aku tidak diperbolehkan menendang penalti. Pelatih sudah bicara kepadaku. Ini adalah bagian dari sepakbola, kadang hal-hal seperti ini terjadi. Aku akan mendukung Riyad kalau manajer memilihnya lagi.”

Mahrez memang menendang penalti usai diperintahkan sang manajer, Josep Guardiola. Absennya Sergio Aguero yang lebih dulu digantikan Jesus membuat Guardiola mempercayakan posisi algojo penalti kepada pemain lain. Biasanya, Aguero-lah yang dipercaya sebagai eksekutor penalti.

Namun absennya Aguero membuat Guardiola harus mengambil keputusan cepat, keputusan yang kemudian ia sesali. Penyesalan yang sebenarnya bisa dihindari andai Guardiola tahu rekor penalti Mahrez memang cukup buruk sebelumnya: 4 kali gagal dalam 7 kesempatan.

“Saat sesi latihan, setiap hari aku melihat Mahrez mengeksekusi penalti dan itu membuat aku yakin untuk memilihnya. Akan jadi pengalaman bagus untuknya, lain kali tendangannya akan masuk. Jesus ingin mengeksekusinya. Aku minta maaf. Itu adalah keputusanku.” kata Josep Guardiola
Jesus Mahrez
Setelah pertandingan, Guardiola memang langsung berusaha menenangkan para pemainnya, termasuk Mahrez dan Jesus. Mahrez dan Jesus sama-sama kecewa. Ketika dihampiri Guardiola, keduanya nampak acuh. Guardiola pun ingin agar para pemainnya segera melupakan kekecewaan dan kembali fokus untuk menjalani pertandingan-pertandingan berikutnya.

Atas hasil imbang tersebut, Manchester City sebenarnya menempati puncak klasemen sementara Liga Primer Inggris 2018/2019 yang sudah memasuki pekan ke-8. Akan tetapi, poin 20 The Citizens disamai oleh Liverpool dan Chelsea di bawahnya. Hal itu membuat persaingan papan atas Liga Primer semakin sengit.